SUN TZU PP.NO :: 1 KENALI MUSUHMU UNTUK MENGLAHKANNYA
Seni Per*ng merupakan buku klasik militer paling kompleks yang memuat pelbagai rancangan penaklukan. Buku ini banyak dikaji oleh manusia, lepas dari konteksnya di ranah militer, dapat pula diterapkan pada pelbagai disiplin ilmu seperti ekonomi dan strategi penguasaan atas hal tertentu.
Bagian-bagian dalam buku menjabarkan pelbagai strategi lengkap dengan umbar persepsi juru-juru tafsir terkemuka sepanjang sejarah Tiongkok yang menaruh minat besar pada semesta pemikiran sang master Sun Tzu.
Terjemahan kali ini hadir dengan pengantar panjang bertajuk “Taoisme dan Seni Per*ng” yang ditulis Thomas Cleary.
#theartofwar
#suntzu
#filsufsejati
2 ming
SUN TZU PP.NO :: 1. KENALI MUSUHMU UNTUK MENGALAHKANNYA ;; BERANI JADI SETAN BWAT NGALAHIN SYAITAN ?? NOTHING ELSE MATTER // NO ONE DARE, EVERYONE CLAIMED TO BE GOD; ALL OTHER PEOPLE ARE DEVIL //
SekarangBalas
Master...👍🏆
1 minggu3 sukaBalas
🔥🔥
1 minggu3 sukaBalas
Greatss
1 minggu2 sukaBalas
1 minggu2 sukaBalas
War harga berapa
1 minggu1 sukaBalas
War
1 mingguBalas
“Antara Topeng dan Terang”
Sebuah Dialog di Dalam Hati
Malam itu sunyi.
Ia duduk sendirian di bangku gereja.
Tangannya terlipat.
Alkitab terbuka, tetapi pikirannya berputar.
Tiba-tiba… seperti ada dua suara berbicara di dalam dirinya.
Suara Pertama (Topeng)
“Kau sudah benar.”
“Kau hanya berhati-hati.”
“Dunia ini keras. Kalau kau terlalu jujur, kau akan disakiti.”
“Bukankah kau sudah belajar? Orang tidak selalu tulus. Bahkan di gereja pun orang bisa menghakimi.”
“Kau hanya sedang melindungi dirimu.”
Ia terdiam.
Memang benar.
Ia pernah terbuka.
Dan disalahpahami.
Ia pernah jujur.
Dan dijadikan bahan pembicaraan.
Ia pernah lemah.
Dan dianggap tidak rohani.
Topeng itu terasa seperti perlindungan.
Suara Kedua (Terang)
Lalu suara lain muncul.
Lebih lembut.
Namun lebih dalam.
“Benarkah kau hanya melindungi diri… atau kau sedang bersembunyi?”
Ia menelan ludah.
Suara itu melanjutkan:
“Jika Aku sudah mengetahui seluruh isi hatimu,
dan tetap mengasihimu…
mengapa kau masih takut?”
Ia tahu suara itu.
Itu bukan suara tuduhan.
Itu suara yang sama seperti yang berkata dalam Injil Yohanes 8:32:
“Kebenaran itu akan memerdekakan kamu.”
Topeng Menjawab
“Tapi kalau aku buka diri, orang bisa menyakitiku.”
“Kalau aku jujur tentang kelelahanku, mereka bisa meremehkanku.”
“Kalau aku mengakui kelemahanku, aku bisa kehilangan wibawa.”
Terang Menjawab
“Apakah wibawamu lebih penting daripada keutuhan jiwamu?”
“Apakah citramu lebih penting daripada damai sejahtera?”
“Apakah kau hidup di hadapan manusia… atau di hadapan-Ku?”
Hening.
Kalimat itu menusuk.
Ia sadar selama ini ia hidup lebih takut pada opini manusia daripada pada kehilangan keintiman dengan Tuhan.
Ia Berbisik
“Tuhan… aku lelah.”
“Aku lelah menjaga citra.”
“Aku lelah menjadi kuat di depan orang.”
“Aku lelah tersenyum saat hatiku lemah.”
Air matanya jatuh perlahan.
Tidak ada yang melihat.
Kecuali Tuhan.
Terang Itu Mendekat
“Anak-Ku,” suara itu seperti memeluknya,
“Aku tidak pernah meminta engkau menjadi sempurna.”
“Aku hanya meminta engkau tinggal di dalam-Ku.”
“Di dunia, kau perlu hikmat.
Tidak semua orang aman.”
“Tetapi jangan biarkan kebijaksanaan berubah menjadi kepalsuan.”
“Jangan biarkan luka membuatmu kehilangan keaslian.”
“
6 hari1 sukaBalas
War harga berapa
1 mingguBalas
the Art Of war
1 minggu2 sukaBalas
WAR
1 mingguBalas
War
1 mingguBalas
war
1 minggu1 sukaBalas
war
1 mingguBalas
WAR
1 mingguBalas
🐦🔥🇮🇩🌹🙏🙂 dr sh Asia Soekarno ,, fa 🙏🙂
1 minggu1 sukaBalas
The art of War
1 mingguBalas
War
5 hariBalas
TIDAK ADA KEADILAN BAGI SEBUAH NEGARA KECUALI DENGAN PEPERANGAN.
1 minggu3 sukaBalas
WAR


Komentar
Posting Komentar